MAKALAH TENTANG
METODE DISKUSI
TUGAS INDIVIDU
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
DI SUSUN
O
L
E
H
NAMA : VERONIKA
NIM : 1607061303
KELAS
: D.7
DOSEN PENGAMPU :
DWI CAHYADI WIBOWO, M.Pd
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA
KHATULISTIWA
SINTANG
TAHUN
AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada
Tuhan yang Maha Esa, karena berkat karunia dan hidayahnya sehingga makalah yang
saya buat ini dapat diselesaikan dengan baik yang membahas tentang metode diskusi ini telah seslesai pada
waktunya.
Terima kasih saya ucapkan kepada
bapak Dwi Cahyadi Wibowo,M.Pd. karena beliau telah membimbing saya dalam
pembelaran ini, sehingga makalah ini menjadi lebih lengkap dan disusun menjadi
lebih baik lagi.
Makalah ini disusun dengan maksud
dan tujuan untuk menyajikan informasi kepada pembaca tentang metode diskusi.
Semoga dengan adanya makalah ini pembaca bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan
lebih banyak lagi.
Makalah ini masih sangat jauh dari
sempurna, oleh karena itu saya membutuhkan kritik dan saran untuk melengkapi
kekurangan yang ada di makalah ini. Dan semoga makalah ini memberikan manfaat
bagi pembaca.
Sintang,
16 Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman
Judul ................................................................................................................... i
Kata
Pengantar ................................................................................................................. ii
Daftar isi .......................................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A.
Latar Belakang ................................................................................................................. 1
B.
Rumusan masalah ............................................................................................................. 1
C.
Manfaat ............................................................................................................................ 1
BAB II
PEMBAHASAAN ............................................................................................. 2
A.
Pengertian Metode Diskusi .............................................................................................. 2
B.
Kelebihan dan kelemahn Metode
Diskusi......................................................................... 2
C.
Jenis-jenis Diskusi.............................................................................................................. 3
D.
Langkah-langkah melaksanakan Diskusi .......................................................................... 4
E.
Contoh dari penerapan Metode Diskusi.............................................................................4
BAB III
PENUTUP ......................................................................................................... 6
A.
Kesimpulan ....................................................................................................................... 6
B.
Saran ................................................................................................................................. 6
DAFTAR
PUSTAKA ...................................................................................................... 7
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Metode sebagai salah satu
komponen yang bikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar
menjadi penting bagi seorang pendidik untuk memilih metode mana yg yg efektif
digunakan supaya dapat mencapai tujuan belajar yang maksimal. Pendidik sangat
berperan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar yang baik. Salah satu
metode pengajaran yang digunakan adalah metode diskusi. Metode diskusi adalah
metode yang membuat para siswa aktif karena semua siswa memperoleh kesempatan
berbicara satu sama lain untuk bertukar pikiran dan informasi tentang topik
atau masalah, lalu memecahkan masalah tersebut.
B. Rumusan
Masalah
1) Apa
pengertian Metode Diskusi?
2) Apa saja kelebihan dan kelemahan Metode Diskusi?
3) Apa
saja Jenis-jenis Diskusi?
4) Bagaimana Langkah-langkah dalam melaksanakan Diskusi?
5) Contoh dari Metode Diskusi?
C. Tujuan
1) Mengetahui
Pengertian Metode Diskusi
2) Mengetahui
Apa saja kelebihan dan kelemahan Metode Diskusi
3) Mengetahui
Jenis-jenis diskusi
4) Mengetahui
Langkah-langkah dalam melaksankan Diskusi
5) Mengetahui Contoh dari Metode Diskusi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
METODE DISKUSI
Metode
diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu
permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa,
serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998). Karena itu, diskusi
bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat
bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama.
Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi
dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi: (1)
diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi
antar siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit
ditentukan; (2) diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal
waktu pembelajaran didalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu
tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak
perlu dirisaukan oleh guru. Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yg matang
kejadian semacam itu bias dihindari.
Dilihat
dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat prinsip
dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu ceramah dan demonstrasi. Kalau metode
ceramah dan demonstrasi materi pelajaran sudah diorganisir sedemikian rupa
sehingga guru tinggal menyampaikannya, maka pada metode ini bahan atau materi
tidak diorganisir sebelumnya serta tidak disajikan secara langsung kepada siswa,
materi pembelajaran ditemukan dan diorganisir oleh siswa sendiri karena tujuan
utama metode ini bukan hanya sekedar hasil belajar, tetapi yang lebih penting
adalah proses belajar.
Secara
umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran.
Pertama, diskusi kelompok. Diskusi ini juga dinamakan diskusi kelas. Pada
diskusi ini permasalahan yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara
keseluruhan. Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok
kecil. Pada diskusi ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari 3-7 orang. Proses pelaksanaan diskusi ini dimulai dari guru
menyajikan masalah dengan beberapa submasalah. Setiap kelompok memecahkan sub
masalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan laporan setiap
kelompok.
B. KELEBIHAN
DAN KELEMAHAN METODE DISKUSI
Ada
beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar
mengajar.
a. Metode
diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan
gagasan dan ide-ide.
b. Dapat
melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap
permasalahan.
c. Dapat
melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal.
Disamping itu, diskusi juga bias melatih siswa untuk menghargai pendapat orang
lain.
Selain
beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
a. Sering
terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang
memiliki keterampilan berbicara.
b. Kadang-kadang
pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
c. Memerlukan
waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang
direncanakan.
d. Dalam
diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak
terkontrol. Akibatnya kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga
dapat mengganggu iklim pembelajaran.
C. JENIS-JENIS
DISKUSI
Terdapat
bermacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran,
antara lain:
a) Diskusi
kelas
Diskusi
kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang
dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang
digunakan dalam proses diskusi ini adalah: (1) guru membagi tugas sebagai
pelaksanaan diskusi, misalnya siapa yang akan menjadi moderator, siapa yang
menjadi penulis; (2) sumber masalah (guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar)
memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama 10-15 menit; (3) siswa diberi
kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator; (4)
sumber masalah memberi tanggapan; dan (5) moderator menyimpulkan hasil diskusi.
b) Diskusi
kelompok kecil
Diskusi
kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah
anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaanya dimulai dengan guru menyajikan
permasalahan secara umum, kemudian masalah-masalah tersebut dibagi kedalam sub
masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam
kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.
c) Simposium
Simposium
adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai
sudut pandang berdasarkan keahlian. Simposium dilakukan untuk memberikan
wawasan yang luas kepada siswa. Setelah para penyaji memberikan pandangannya
tentang masalah yang dibahas, maka simposium diakhiri dengan pembacaan
kesimpulan hasil kerja tim perumus yang telah ditentukan sebelumnya.
d) Diskusi
Panel
Diskusi
panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang
panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang dihadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi
lainnya. Dalam diskusi panels audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi
berperan hanya sekedar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi.
Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode
lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil
pembahasan dalam diskusi.
D. LANGKAH_LANGKAH MELAKSANAKAN DISKUSI
Agar
penggunaan diskusi berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
a) Langkah
Persiapan
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi di antaranya:
1) Merumuskan
tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum muaupun tujuan
khusus.
2) Menentukan
jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
3) Menetapkan
masalah yang akan dibahas.
4) Mempersiapkan
segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya
ruang kelas dengan fasilitasnya, petugas-petugas diskusi misalnya moderator,
notulis, dan tim perumus, manakala diperlukan.
b) Pelaksanaan
Diskusi
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
1) Memeriksa
segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran diskusi.
2) Memberikan
pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin
dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan
dilaksanakan.
3) Melaksanakan
diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan
diskusi hendaklah memerhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan,
misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain sebagainya.
4) Memberikan
kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan
dan ide-identa.
5) Mengendalikan
pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting,
sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak
fokus.
c) Menutup
Diskusi
Akhir
dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi hendaklah dilakukan hal-hal
sebagai berikut:
1) Membuat
pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
2) Me_review
jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik
untuk perbaikan selanjutnya.
E. CONTOH PENERAPAN METODE DISKUSI
Misalnya suatu kelas berjumlah
35 orang, lalu dibagi menjadi 5 kelompok yg masing-masing kelompok terdiri atas
7 orang. Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi dengan masalah tertentu.
Pendidik menjelaskan garis besar masalah kepada kelas, kemudian masing-masing
kelompok diberikan topic masalah. Selanjutnya masing-masing kelompok bertugas
untuk mencari dan menemukan kesepakatan jawaban masing-masing anggota dalam
suatu kelompok tersebut melalui diskusi. Untuk memudahkan diskusi tersebut guru
dapat menyediakan sumber-sumber informasi misalnya dari internet ataupun buku
paket. Setelah berdiskusi mereka menyusun kesimpulan, lalu tiap-tiap kelompok
membacakan atau mempresentasikan kesimpulan hasil diskusi kelompoknya didalam
kelas.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
a.
Metode diskusi
adalah suatu cara penyajian bahan pengajaran dengan guru memberikan kesempatan
kepada siswa atau kelompok-kelompok untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun keberbagai alternatif
pemecahan suatu masalah.
b.
Kelemahan metode
diskusi meliputi peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, dikuasai
oleh anak-anak yang suka bicara, banyak waktu yang dipakai.
c.
Kekuatan metode
diskusi meliputi suasana kelas menjadi hidup, melatih berfikir kritis, dapat
menaikan prestasi kepribadian individual, merupakan latihan untuk memenuhi
peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah.
B.
SARAN
Dari kesimpulan di atas, dikemukakan
saran sebagai berikut :
1. Bagi sekolah
Sekolah
diharapkan mendukung guru untuk menerapkan metode diskusi
dalam pembelajaran
keterampilan berbicara untuk siswa kelas V dalam
rangka meningkatkan
keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia di Sekolah
Dasar.
2. Bagi Guru
Guru
sebaiknya menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran
keterampilan berbicara
mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas
V SD.
3. Bagi Siswa
Siswa
diharapkan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran Bahasa
Indonesia supaya
prestasi belajarnya lebih tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik,
Oemar. 1990. Metode Belajar dan kesulitan-kesulitan belajar.
Bandung: Tarsito
Ibrahim R,
Syaodin S Nana. 2003. Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineka
Cipta
Sanjaya,
wina. 2006. Strategi pembelajaran. Jakarta: Media Prenada