Kamis, 12 Oktober 2017

METODE DISKUSI

MAKALAH TENTANG METODE DISKUSI
TUGAS INDIVIDU
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
DI SUSUN
O

L

E

H

NAMA : VERONIKA
NIM : 1607061303
                                            KELAS : D.7

DOSEN PENGAMPU : DWI CAHYADI WIBOWO, M.Pd

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA
KHATULISTIWA SINTANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat karunia dan hidayahnya sehingga makalah yang saya buat ini dapat diselesaikan dengan baik yang membahas tentang metode diskusi ini telah seslesai pada waktunya.
Terima kasih saya ucapkan kepada bapak Dwi Cahyadi Wibowo,M.Pd. karena beliau telah membimbing saya dalam pembelaran ini, sehingga makalah ini menjadi lebih lengkap dan disusun menjadi lebih baik lagi.
Makalah ini disusun dengan maksud dan tujuan untuk menyajikan informasi kepada pembaca tentang metode diskusi. Semoga dengan adanya makalah ini pembaca bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan lebih banyak lagi.
Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu saya membutuhkan kritik dan saran untuk melengkapi kekurangan yang ada di makalah ini. Dan semoga makalah ini memberikan manfaat bagi pembaca.



Sintang,  16 Oktober 2017



                                                                                          Penulis











DAFTAR ISI
                                                                                                                  Halaman
Halaman Judul ................................................................................................................... i
Kata Pengantar ................................................................................................................. ii
Daftar isi .......................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A.    Latar Belakang ................................................................................................................. 1
B.     Rumusan masalah ............................................................................................................. 1
C.     Manfaat ............................................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAAN ............................................................................................. 2
A.    Pengertian Metode Diskusi .............................................................................................. 2
B.     Kelebihan dan kelemahn Metode Diskusi......................................................................... 2
C.     Jenis-jenis Diskusi.............................................................................................................. 3
D.    Langkah-langkah melaksanakan Diskusi .......................................................................... 4
E.     Contoh dari penerapan Metode Diskusi.............................................................................4

BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 6
A.    Kesimpulan ....................................................................................................................... 6
B.     Saran ................................................................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 7








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Metode sebagai salah satu komponen yang bikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar menjadi penting bagi seorang pendidik untuk memilih metode mana yg yg efektif digunakan supaya dapat mencapai tujuan belajar yang maksimal. Pendidik sangat berperan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar yang baik. Salah satu metode pengajaran yang digunakan adalah metode diskusi. Metode diskusi adalah metode yang membuat para siswa aktif karena semua siswa memperoleh kesempatan berbicara satu sama lain untuk bertukar pikiran dan informasi tentang topik atau masalah, lalu memecahkan masalah tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1)      Apa pengertian Metode Diskusi?
2)      Apa saja kelebihan dan kelemahan Metode Diskusi?
3)      Apa saja Jenis-jenis Diskusi?
4)      Bagaimana Langkah-langkah dalam melaksanakan Diskusi?
5)      Contoh dari Metode Diskusi?

C.     Tujuan
1)      Mengetahui Pengertian Metode Diskusi
2)      Mengetahui Apa saja kelebihan dan kelemahan Metode Diskusi
3)      Mengetahui Jenis-jenis diskusi
4)      Mengetahui Langkah-langkah dalam melaksankan Diskusi
5)      Mengetahui Contoh dari Metode Diskusi.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN METODE DISKUSI
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi: (1) diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan; (2) diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu pembelajaran didalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru. Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yg matang kejadian semacam itu bias dihindari.
Dilihat dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat prinsip dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu ceramah dan demonstrasi. Kalau metode ceramah dan demonstrasi materi pelajaran sudah diorganisir sedemikian rupa sehingga guru tinggal menyampaikannya, maka pada metode ini bahan atau materi tidak diorganisir sebelumnya serta tidak disajikan secara langsung kepada siswa, materi pembelajaran ditemukan dan diorganisir oleh siswa sendiri karena tujuan utama metode ini bukan hanya sekedar hasil belajar, tetapi yang lebih penting adalah proses belajar.
Secara umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran. Pertama, diskusi kelompok. Diskusi ini juga dinamakan diskusi kelas. Pada diskusi ini permasalahan yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara keseluruhan. Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok kecil. Pada diskusi ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-7 orang. Proses pelaksanaan diskusi ini dimulai dari guru menyajikan masalah dengan beberapa submasalah. Setiap kelompok memecahkan sub masalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan laporan setiap kelompok.
B.     KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE DISKUSI
Ada beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
a.       Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide.
b.      Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
c.       Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Disamping itu, diskusi juga bias melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
Selain beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
a.       Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
b.      Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
c.       Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
d.      Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol. Akibatnya kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu iklim pembelajaran.
C.     JENIS-JENIS DISKUSI
Terdapat bermacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a)      Diskusi kelas
Diskusi kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang digunakan dalam proses diskusi ini adalah: (1) guru membagi tugas sebagai pelaksanaan diskusi, misalnya siapa yang akan menjadi moderator, siapa yang menjadi penulis; (2) sumber masalah (guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus dipecahkan selama 10-15 menit; (3) siswa diberi kesempatan untuk menanggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator; (4) sumber masalah memberi tanggapan; dan (5) moderator menyimpulkan hasil diskusi.
b)      Diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaanya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah-masalah tersebut dibagi kedalam sub masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.
c)      Simposium
Simposium adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahlian. Simposium dilakukan untuk memberikan wawasan yang luas kepada siswa. Setelah para penyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang dibahas, maka simposium diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja tim perumus yang telah ditentukan sebelumnya.
d)     Diskusi Panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang dihadapan audiens.  Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi lainnya. Dalam diskusi panels audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi berperan hanya sekedar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil pembahasan dalam diskusi.
D.    LANGKAH_LANGKAH MELAKSANAKAN DISKUSI
Agar penggunaan diskusi berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a)      Langkah Persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi di antaranya:
1)      Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum muaupun tujuan khusus.
2)      Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
3)      Menetapkan masalah yang akan dibahas.
4)      Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan fasilitasnya, petugas-petugas diskusi misalnya moderator, notulis, dan tim perumus, manakala diperlukan.
b)      Pelaksanaan Diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
1)      Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran diskusi.
2)      Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan.
3)      Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain sebagainya.
4)      Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide-identa.
5)      Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus.
c)      Menutup Diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi hendaklah dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1)      Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
2)      Me_review jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.

E.     CONTOH PENERAPAN METODE DISKUSI
Misalnya suatu kelas berjumlah 35 orang, lalu dibagi menjadi 5 kelompok yg masing-masing kelompok terdiri atas 7 orang. Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi dengan masalah tertentu. Pendidik menjelaskan garis besar masalah kepada kelas, kemudian masing-masing kelompok diberikan topic masalah. Selanjutnya masing-masing kelompok bertugas untuk mencari dan menemukan kesepakatan jawaban masing-masing anggota dalam suatu kelompok tersebut melalui diskusi. Untuk memudahkan diskusi tersebut guru dapat menyediakan sumber-sumber informasi misalnya dari internet ataupun buku paket. Setelah berdiskusi mereka menyusun kesimpulan, lalu tiap-tiap kelompok membacakan atau mempresentasikan kesimpulan hasil diskusi kelompoknya didalam kelas.






BAB III

  PENUTUP


A.    KESIMPULAN
a.       Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pengajaran dengan guru memberikan kesempatan kepada siswa atau kelompok-kelompok untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun keberbagai alternatif pemecahan suatu masalah.
b.      Kelemahan metode diskusi meliputi peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, dikuasai oleh anak-anak yang suka bicara, banyak waktu yang dipakai.
c.       Kekuatan metode diskusi meliputi suasana kelas menjadi hidup, melatih berfikir kritis, dapat menaikan prestasi kepribadian individual, merupakan latihan untuk memenuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah.

B.     SARAN
Dari kesimpulan di atas, dikemukakan saran sebagai berikut :
1. Bagi sekolah
Sekolah diharapkan mendukung guru untuk menerapkan metode diskusi
dalam pembelajaran keterampilan berbicara untuk siswa kelas V dalam
rangka meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia di Sekolah Dasar.
2. Bagi Guru
Guru sebaiknya menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran
keterampilan berbicara mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas
V SD.
3. Bagi Siswa
Siswa diharapkan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran Bahasa
Indonesia supaya prestasi belajarnya lebih tinggi.





DAFTAR PUSTAKA


Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan kesulitan-kesulitan belajar.
Bandung: Tarsito
Ibrahim R, Syaodin S Nana. 2003. Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineka
Cipta

Sanjaya, wina. 2006. Strategi pembelajaran. Jakarta: Media Prenada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar